Uji Kadar Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus

Authors

  • Sukriansyah Achmad STIKes Maluku Husada, Indonesia Author
  • MarissaAnggia Ibrahim STIKes Maluku Husada, Indonesia Author
  • Abd. Rijali Lapodi STIKes Maluku Husada, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.52120/jlik.v3.2.122

Keywords:

Antibakteri, Carica papaya L., LKBM, KHM, Staphylococcus aureus

Abstract

Infeksi akibat Staphylococcus aureus merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan membutuhkan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap Staphylococcus aureus melalui penentuan Kadar Hambuat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Maluku Husada pada tahun 2025. Sampel daun pepaya segar diperoleh dari desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, diolah menjadi simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menguunakan etanol 70%. Hasil ekstraksi menghasilkan rendamen sebesar 10,75%. Uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Uji KHM dilakukan menggunakan metode dilusi cair dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%, sedangkan uji KBM dilakukan menggunakan metode sebar pada media Nutrien Agar. Hasil menunjukan bahwa KHM diperoleh pada konsentrasi 10%, ditandai dengan kejernihan media dan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Namun, pada uji KBM tidak ditemukan aktivitas bakteriosidal karena koloni bakteri masih tumbuh pada seluruh konsentrasi. Hasil ini menunjukan bhawa ekstrak daun pepaya memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus namun belum mampu membunuhnya secara menyeluruh. Dengan demikian, ekstrak daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, namun diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi konsentrasi dan efektivitasnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ballo, N. D. S., Indriarini, D., & Amat, A. L. S. (2021). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Secara In Vitro. Cendana Medical Journal (Cmj), 9(1), 83–93. https://doi.org/10.35508/cmj.v9i1.4940

Gangga Dewanti Gita Maharani, A., Sukiman, Sukenti, K., Hidayati, E., & Sarkono. (2022). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Staphylococcus aureus. Samota Journal of Biological Sciences, 1(1), 39–47.

Hasanah, N., & Gultom, E. S. (2020). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Bakteri Mdr (Multi Drug Resistant) Dengan Metode Klt Bioautografi. Jurnal Biosains, 6(2), 45. https://doi.org/10.24114/jbio.v6i2.16600

Idrus, I., Wahab, S., Nugraha, A. F., & Bachri, S. (2021). Analisis Senyawa β-Karoten pada Buah Pepaya (Carica papaya L.) Asal Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi (INSTEK), 4(2), 1-7.

Khofifah, N., Putri, Y., Munandar, H., & Miswanda, D. (2025). Penentuan konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum ekstrak dan nanopartikel ekstrak daun pepaya (Carica Papaya L.) terhadap Bakteri Cutibacterium acnes Nur. Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic, 51–66. https://doi.org/https://doi.org/10.36490/journal-jps.com

Kurniasari, M., Sari, K. R. P., & Purnamaningsih, N. (2022). Antibacterial Activities Of Polar Fraction Of Papaya Leaf Ethanolic Extract (Carica papaya Linn.) Against Escherichia coli and Staphylococcus aureus. Jurnal Penelitian Saintek, 2(27), 119–124. https://doi.org/10.21831/jps.v2i27.53006

Meylina, T. F., Saediman, & Santoso, J. (2023). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Kedondong Bangkok (Spondias Dulcis Forts) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Pseudomonas Aeruginosa. Jurnal Kesehatan Republik Indonesia, 1(1), 19–26.

Munira, M., & Nasir, M. (2023). Uji Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak daun kirinyuh (Chromolaena odorata) dari geothermal Ie Seum Aceh Besar terhadap Staphylococcus aureus. Jurnal SAGO Gizi Dan Kesehatan, 4(2), 179. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i2.1107

Murray, C. J., Ikuta, K. S., Sharara, F., Swetschinski, L., Robles Aguilar, G., Gray, A., … Naghavi, M. (2022). Global burden of bacterial antimicrobial resistance in 2019: a systematic analysis. The Lancet, 399(10325), 629–655. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(21)02724-0

Ngongo, M., Hakim, A. R., Darsono, P. V., Mustaqimah, & Darsono, P. V. (2025). Studi Farmakognostik Daun Pepaya (Carica papaya L) Asal Banjarmasin, 168–175. https://doi.org/10.33859/jpcs.v5i2

Ningrum, S. H. (2024). Uji Efektivitas Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Pepaya ( Carica Papaya L .) Terhadap Gambaran Histopatologi Liver Mencit Putih ( Mus Musculus ), 252–266.

Nor, T. A., Indriarini, D., & Koamesah, S. M. J. (2018). Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya (carica papaya l) terhadap pertumbuhan bakteri escherichia coli secara in vitro. Cendana Medical Journal, 6(3), 327-337. Cendana Medical Journal, 6(3)(5), 327–337.

Ramadhani, M. A., Nadifah, S. D., Putri, N. A., & Sulastri, S. (2024). Uji Aktivitas Antibakteri Berbagai Ekstrak Tanaman Herbal Terhadap Staphylococcus epidermidis. Generics: Journal of Research in Pharmacy, 4(1), 65–76. https://doi.org/10.14710/genres.v4i1.22681

Sudjana, K. V., Katja, D. G., & Koleangan, H. S. J. (2024). Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Chisocheton sp . Chemistry Progress, 17(1), 87–96.

Vagestini, L. M. A. S., Kawuri, R., & Defiani, M. R. (2023). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Merah dan Cokelat Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 10(1), 159. https://doi.org/10.24843/metamorfosa.2023.v10.i01.p17

Wulandari, D. R., Syafitri, A., Musa, I. M., Sodiqah, Y., & Gayatri, S. W. (2022). Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya Linn) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus. Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran, 2(10), 733–739. https://doi.org/10.33096/fmj.v2i10.134

Young, L. S. (2007). Bacteriology, Major Pathogens, and Diseases. In Comprehensive Medicinal Chemistry II (pp. 469–477). Elsevier. https://doi.org/10.1016/B0-08-045044-X/00217-0

Zalianty, N., Jannah, M., Putri, A. P., Maharani, S., Wulandari, H., Safitri, R. D., ... & Wahab, S. (2024). Ekstraksi Perkolasi dan Identifikasi Daun Pepaya (Carica Papaya folium). Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan, 2(2), 33-39.

sampul

Downloads

Published

2025-12-10

Issue

Section

Articles

How to Cite

Uji Kadar Hambat Minimum dan Kadar Bunuh Minimum Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. (2025). JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 3(2), 10-16. https://doi.org/10.52120/jlik.v3.2.122