Karaktersitik Ibu Bersalin dengan Preeklamsia Berat di RSUD Cibinong
DOI:
https://doi.org/10.52120/h4xra823Kata Kunci:
karakteristik Ibu, Preeklamsia BeratAbstrak
Menurut WHO menjelaskan bahwa AKI di Indonesia menduduki peringkat ke 6 dibandingkan negara-negara ASEAN. Rata rata penyebab meningkatnya angka ibu bersalin yang mengalami preeklamsia itu karena faktor usia ibu, paritas, dan riwayat hipertensi pada ibu. Data ini dapat peroleh dari keterangan pada RSUD Cibinong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan mengambil data secara sekunder dari rekam medik di RSUD Cibinong. Populasi yang diambil ibu bersalin yang mengalami Preeklamsia berat. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 145 orang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan Preeklamsia berat di RSUD Cibinong tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin yang mengalami preeklamsia berat pada usia 20-35 tahun sebesar (56,55%), berdasarkan paritas yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah multipara sebesar (33,79%) berdasarkan usia kehamilan yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah matur sebesar (82,06%).%, berdasarkan riwayat hipertensi yang banyak mengalami preeklamsia berat adalah ibu yang tidak mengalami riwayat hipertensi sebesar 77,92%. Dari hasi penelitian kesimpulan yang dapat diambil ibu bersalin dengan riwayat hipertensi berisiko mengalami kejadian preeklamsia berat. Karena dengan adanya kehamilan maka kerja tubuh akan bertambah berat sehingga dapat mengakibatkan gangguan atau kerusakan yang lebih berat lagi dengan timbulnya odem dan proteinuria. Sehingga saran bagi RSUD Cibinong dapat meningkatkan kemampuan menangani kasus preeklamsia melalui konseling yang efektif dan peningkatan layanan ANC.





