Potensi Ekstrak Buah Bit dalam Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.52120/d4nnwa65Kata Kunci:
anemia kehamilan, ekstrak buah bit, hemoglobin, ibu hamil, dosis–responsAbstrak
Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Pemberian tablet zat besi merupakan terapi standar, tetapi keberhasilannya dapat dipengaruhi oleh kepatuhan, pola konsumsi, dan efek samping. Buah bit (Beta vulgaris) mengandung folat, mineral, nitrat, betalain, dan senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung peningkatan kadar hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tiga dosis ekstrak buah bit terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia serta membandingkannya dengan kelompok kontrol. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest control group design. Sampel terdiri atas 60 ibu hamil dengan anemia yang dibagi menjadi empat kelompok, masing-masing 15 responden, yaitu kelompok kontrol, dosis 1, dosis 2, dan dosis 3. Kelompok kontrol memperoleh tablet Fe, sedangkan kelompok intervensi memperoleh tablet Fe disertai ekstrak buah bit dengan tiga dosis berbeda selama 14 hari. Kadar hemoglobin diperiksa sebelum dan setelah intervensi. Analisis dalam kelompok menggunakan uji t dependen, sedangkan perbedaan peningkatan antarkelompok dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey. Hasil: Rerata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok kontrol sebesar 0,29 g/dL, dosis 1 sebesar 0,76 g/dL, dosis 2 sebesar 1,22 g/dL, dan dosis 3 sebesar 1,68 g/dL. Uji t dependen menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi pada seluruh kelompok dengan nilai p<0,05. Hasil One-Way ANOVA menunjukkan perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan antarkelompok dengan nilai F=26,411 dan p<0,001. Uji Tukey menunjukkan bahwa seluruh pasangan kelompok berbeda secara signifikan. Kesimpulan: Ekstrak buah bit berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil dengan anemia dan menunjukkan pola dosis–respons. Dosis 3 memberikan peningkatan kadar hemoglobin paling besar, tetapi penggunaannya tetap sebagai pendamping tablet Fe dan pelayanan antenatal sesuai standar.





