Gambaran Kesehatan Masyarakat pada Daerah Kumuh di Kota Palembang

Penulis

  • Elizabet Matolisi Institut Kesehatan dan Tehnologi Al Insyiroh, Indonesia Penulis
  • Muhammad Dwi Satriyanto Institut Kesehatan dan Tehnologi Al Insyiroh, Indonesia Penulis
  • Alimin Institut Kesehatan dan Tehnologi Al Insyiroh, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.52120/jlik.v3i1.111

Kata Kunci:

Dampak Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Wilayah Kumuh Perkotaan

Abstrak

Wilayah kumuh perkotaan merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena ditandai oleh kepadatan penduduk yang tinggi, perumahan tidak layak, dan minimnya akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan desain deskriptif-analitik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang melalui telaah terhadap berbagai sumber data sekunder yang relevan. Kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang menghadapi tantangan serius akibat kondisi lingkungan yang buruk, kepadatan penduduk, serta keterbatasan akses layanan dasar. Penyakit menular seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit banyak terjadi karena sanitasi yang tidak memadai dan minimnya PHBS. Masalah gizi pada anak dan ibu, termasuk stunting dan anemia, juga masih tinggi akibat kurangnya asupan bergizi dan infeksi berulang. Rendahnya cakupan imunisasi, ANC, dan persalinan di fasilitas kesehatan menunjukkan lemahnya akses terhadap layanan kesehatan, diperparah oleh faktor ekonomi dan administrasi kependudukan. Selain itu, tekanan psikososial dan kondisi hidup yang padat memicu meningkatnya masalah kesehatan mental. Secara umum, perbaikan kesehatan di wilayah kumuh memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar, edukasi kesehatan, serta penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik Perumahan dan Permukiman 2022. Jakarta: BPS RI.

Damanik, R. N., Suryani, E., & Lestari, D. (2021). Hubungan ventilasi rumah dan bahan bakar memasak terhadap kejadian ISPA pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 27–33. https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.27-33

Indra, F., Nasution, R. M., & Azizah, S. (2019). Faktor risiko kejadian penyakit kulit di daerah padat penduduk. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 13(2), 134–140.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2021. Jakarta: Badan Litbangkes.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2017). Pedoman Umum Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR.

Lestari, D. A., Rahayu, E., & Pramesti, Y. D. (2019). Asupan zat gizi dan anemia pada ibu hamil di wilayah urban miskin. Jurnal Gizi Indonesia, 7(1), 45–52.

Lestari, E., & Harwida, G. (2020). Evaluasi Program KOTAKU dalam Penanganan Permukiman Kumuh Perkotaan di Indonesia. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 31(2), 112–120. https://doi.org/10.14710/pwk.v31i2.27410

Marmot, M., Friel, S., Bell, R., Houweling, T. A., & Taylor, S. (2008). Closing the gap in a generation: Health equity through action on the social determinants of health. The Lancet, 372(9650), 1661–1669. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(08)61690-6

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugraheni, S. A., Rachmawati, P. D., & Handayani, P. W. (2020). Akses pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin perkotaan: Studi pada penerima manfaat JKN. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(1), 16–25.

Pratiwi, N. L., Astuti, N. P. M., & Arisanti, N. P. E. (2019). Hubungan faktor sosial ekonomi dengan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(1), 65–72.

Putri, H. E., Wulandari, S., & Sari, K. D. (2021). Hubungan sanitasi lingkungan dan infeksi dengan kejadian stunting. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 13(2), 89–96.

Rahmalia, R., Rahayu, T., & Nugroho, H. S. (2020). Determinan praktik pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja di wilayah kumuh. Jurnal Keperawatan Indonesia, 23(1), 14–22.

Rivani, N., Marlina, L., & Putri, D. (2020). Faktor risiko kejadian diare pada anak balita di daerah rawan banjir. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 110–117.

Sari, D. R., & Lubis, R. (2020). Faktor yang memengaruhi perilaku hidup bersih dan sehat di daerah kumuh. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(1), 25–32.

Solar, O., & Irwin, A. (2010). A conceptual framework for action on the social determinants of health. Geneva: World Health Organization.

Suryani, E., Fitriani, Y., & Mahardika, R. (2020). Peran kader dalam pendekatan kesehatan jiwa komunitas di daerah padat penduduk. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 101–110.

UN-Habitat. (2020). World Cities Report 2020: The Value of Sustainable Urbanization. Nairobi: United Nations Human Settlements Programme.

WHO. (2019). Water, sanitation, hygiene and health: A primer for health professionals. Geneva: World Health Organization.

WHO. (2022). World Mental Health Report: Transforming mental health for all. Geneva: World Health Organization.

Widyaningsih, V., Darmawan, R., & Nugroho, R. A. (2018). Hubungan kepadatan hunian dan sarana sanitasi dengan kejadian penyakit kulit dan diare. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(1), 12–20. https://doi.org/10.20473/jkl.v10i1.2018.12-20

Wicaksono, A., Setiawan, D., & Maharani, Y. (2021). Prevalensi gejala depresi pada masyarakat urban padat di Indonesia. Jurnal Kesehatan Jiwa, 9(3), 201–208.

foto

Diterbitkan

2025-08-07

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Gambaran Kesehatan Masyarakat pada Daerah Kumuh di Kota Palembang. (2025). JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 3(1), 57-63. https://doi.org/10.52120/jlik.v3i1.111