Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.52120/jlik.v3i2.124Kata Kunci:
Alfabetis, FIFO, FEFO, Good Storage Practice, PuskesmasAbstrak
Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Unduhan
Referensi
Dewi, V. C., & Yuswantina, R. (2022). Evaluasi Penyimpanan Obat di Gudang Farmasi Puskesmas Mangunsari Kota Salatiga. Journal of Holistics and Health Science, 4(1), 138–145. https://doi.org/10.35473/jhhs.v4i1.137
Izma, H., Shafira Razakhi, A., Soleha, G. N., Sari, M. N. E., & Budiarti, N. A. (2022). Evaluasi Managemen Penyimpanan Obat di Puskesmas “X” Kabupaten Barito Kuala. Sains Medisina, 1(2), 118–122.
Kementrian Kesehatan RI. (2019). Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Luh, N., Santika, N., Syamsu, E., & Kurniawati, D. (2023). Evaluasi penyimpanan obat digudang farmasi puskesmas saptosari kabupaten gunung kidul. 1, 98–105.
Masni D, Yuvenus H.M, Y. A. E. (2024). Evaluasi penyimpanan obat berdasarkan standar pelayanan kefarmasian di puskesmas kopeta. 1(2), 29–31.
Permenkes RI No. 74. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. Dapartemen Kesehatan RI.
Warani, L. L. A., Syahyeri, A. W. D., & Andriani, Y. (2024). Evaluasi Penyimpanan Obat Di Gudang Farmasi Puskesmas Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Jurnal Farmasi SYIFA, 2(2), 74–80. https://doi.org/10.63004/jfs.v2i2.465
Wardaniati, I., Hasibuan, E. D., & Mulya, A. (2024). Evaluasi Kesesuaian Penyimpanan Obat di Instalasi Gudang Farmasi Puskesmas Rambah Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. JIKA (Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab), 2(1), 34–46.
Widyasari, N., Palinggi, Y., & Hermanto, M. (2021). Analisis Penerapan Metode First in First Out ( Fifo. Jemi, 21(0717), 1–16.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nova Pitriyanti, Burhanuddin Gumay, Sabda Wahab, Nia Azzahra, Hilda Muliana (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










