Analisis Penggunaan Kontrasepsi Implant

Penulis

  • Indriyani Stikes Mitra Adiguna Palembang, Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Keluarga Berencana, Kontrasepsi, Implant, Pasangan Usia Subur

Abstrak

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga menyebutkan bahwa program keluarga berencana (KB). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah penelitian yang pada umumnya menjelaskan dan memberi pemahaman intepretasi tentang berbagai prilaku dan pengalaman manusia (individu) dalam berbagai bentuk. Informan pada wawancara mendalam ini berjumlah 3 orang. Dimana informan-informan ini terdiri dari pasangan usia subur dan bidan. Hasil wawancara tentang profil kontrasepsi implant didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa Implan itu alat  yang di masukan dibawah kulit . Nyaman, cocok untuk semua ibu usia subur. Jenis kontrasepsi Implant didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa terdiri dari 6 batang dan lama kerjanya 5 tahun,  terdiri  dari  satu  batang  putih  lentur  dan lama kerjanya 3 tahun dan terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg. Levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun. Cara kerja kontrasepsi Implant didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa menghambat pergerakan sperma, lendir pada kemaluan menjadi kental.Keuntungan kontrasepsi Implant didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa Keuntungannya sangat berguna, jangka panjang, tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan, pada saat senggama tidak menganggu, jika sedang menyusui tidak mengganggu ASI. Keterbatasan kontrasepsi Implant didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa Pada  kebanyakan  pasien  dapat  menyebabkan  perubahan  pola haid berupa perdarahan bercak dan meningkatnya jumlah darah haid.Pemasangan Kontrasepsi Implan didapatkan hasil yaitu   informan mengatakan bahwa Pemasangan Implant biasanya dilakukan dibagian atas (bawah kulit) pada lengan kiri wanita (lengan kanan bagian yang kidal ), agar tidak menggangu kegiatan. Implant dapat dipasang pada waktu menstruasi atau setelah melahirkan oleh dokter atau bidan yang terlatih.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Affandi B. 2012. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi Edisi 3. Jakarta : PT Bina Pustaka.

Arikunto, S., 2013. Prosedur penelitian: Suatu Pendidikan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

BKKBN. (2015). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Budiman, 2011. Penelitian kesehatan: Buku Pertama. Bandung: PT. Refika Aditama.

Dinas Kesehatan Kota Palembang. 2017. Profil Kesehatan Kota Palembang 2016. Palembang : Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

Hartanto. 2002. KB Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka Sinar. Harapan

Hastono S.P. 2007. Analisa Data Kesehatan. Depok: Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S, 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka. Cipta.

Nugroho. T., Utama. B. I., 2014, Masalah Kesehatan Reproduksi Wanita. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nursalam, 2014. Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan praktis Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.

Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistyawati, Ari. 2013. Pelayanan Keluarga Berencana. Salemba Medika ; Jakarta. Buku Panduan Praktis

Syafneli, 2014. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Ibu Dalam Menggunakan KB Implant Di Desa Talikumain Wilayah Kerja Puskesmas Tambusai Kabupaten Rokan Hulu

Diterbitkan

2023-12-31

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Analisis Penggunaan Kontrasepsi Implant. (2023). JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 1(2), 1-6. https://ojs.q2lii.id/index.php/JLIK/article/view/22