Evaluation Compliance Storage of Drugs Against Standard Service Pharmacy in Pharmacy In Palembang City

Penulis

  • Nia Azzahra Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis
  • Exta Angelica Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis
  • Reni Hasdiah Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis

DOI:

https://doi.org/10.52120/jlik.v4i1.108

Kata Kunci:

drug storage, pharmaceutical service standards, Permenkes No. 73 of 2016, community pharmacy, Palembang City

Abstrak

Drug storage is an important component of pharmaceutical management because it determines the quality, safety, stability, and effectiveness of medicines before dispensing. This study evaluated drug storage compliance at three community pharmacies in Palembang City against 19 parameters derived from Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 73 of 2016. A descriptive observational cross-sectional study was conducted in April 2026. Three pharmacies were purposively selected based on active licensing and operation, the availability of a pharmacist in charge, willingness to provide observational access, and variation in location and service characteristics. Data were collected by one observer through direct observation using a checklist mapped to the 19 regulatory parameters; operationally irrelevant items were coded as not applicable (NA) and excluded from the denominator. Among 18 applicable parameters, compliance was 94.44% (17/18) at Pharmacy A, 88.89% (16/18) at Pharmacy B, and 94.44% (17/18) at Pharmacy C. Non-compliance involved inadequate segregation of near-expiry medicines at Pharmacies A and B, inconsistent FIFO/FEFO implementation at Pharmacy B, and storage not fully arranged by therapeutic class at Pharmacy C. None of the pharmacies stocked vaccines; therefore, the vaccine parameter was classified as NA. These findings indicate that high aggregate scores may conceal specific operational risks. Pharmacies should establish designated near-expiry areas, strengthen visual labeling and stock rotation, and conduct more frequent documented monitoring.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Afqary, M., & Ishfahani, F. (2018). Evaluasi penyimpanan obat dan alat kesehatan di Apotek Restu Farma. Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 3(1), 10–20.

Alrosyidi, A. F., & Kurniasari, S. (2020). Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kabupaten Pamekasan tahun 2020. Journal of Pharmacy and Science, 5(2), 55–59.

Anjani, B. L. P., Fitriana, Y., & Hasanah, R. A. (2021). Evaluasi standar pelayanan kefarmasian di Apotek “X” Kota Mataram berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Jurnal Kedokteran, 7(1), 29–37. https://doi.org/10.36679/kedokteran.v7i1.424

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat yang Baik. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat, Bahan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2025). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2025 tentang Standar Cara Distribusi Obat yang Baik. BPOM RI.

International Pharmaceutical Federation, & World Health Organization. (2011). Joint FIP/WHO guidelines on good pharmacy practice: Standards for quality of pharmacy services (WHO Technical Report Series No. 961, Annex 8). World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Farmakope Indonesia (Edisi VI). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2022). Cara penyimpanan obat yang baik di rumah. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1973/cara-penyimpanan-obat-yang-baik-di-rumah

Mangindara. (2012). Analisis pengelolaan obat di Puskesmas Kampala Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai tahun 2011. Jurnal AKK, 1(1), 1–11.

Nurhikmah, Melviani, Yuwindry, I., & Arzyki, S. (2024). Gambaran sistem manajemen Apotek X berdasarkan Permenkes Nomor 73 Tahun 2016. Jurnal Surya Medika, 10(2).

Pramestutie, H. R., Illahi, R. K., Hariadini, A. L., Ebtavanny, T. G., & Savira, M. (2021). Pengetahuan dan ketepatan apoteker dalam pemusnahan obat sisa, obat rusak dan obat kadaluarsa di apotek Malang Raya. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 8(3), 250–258.

Puspasari, H., & Puspita, W. (2024). Analisis pengelolaan obat rusak, obat kadaluwarsa dan obat dead stock di Puskesmas wilayah Kota Pontianak. Jurnal Komunitas Farmasi Nasional, 4(1).

Putra, A. S. (2021). Sistem penyimpanan obat di Apotek Kimia Farma GKB. Journal of Herbal, Clinical and Pharmaceutical Science (HERCLIPS), 2(2), 22–28. https://doi.org/10.30587/herclips.v2i02.2549

Republik Indonesia. (2009). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Sekretariat Negara RI.

Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan. (2016a). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Kementerian Kesehatan RI.

Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan. (2016b). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Kementerian Kesehatan RI.

Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 tentang Apotek. Kementerian Kesehatan RI.

Satibi. (2017). Manajemen obat di rumah sakit. Gadjah Mada University Press.

Sari, R. N., & Azhari, A. (2021). Pengaruh suhu penyimpanan terhadap kestabilan tablet parasetamol. Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(1), 12–18.

Siyamto, Y. (2022). Penggunaan metode FIFO dan FEFO dalam mengukur efisiensi dan efektivitas persediaan obat paten tahun 2020–2021. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 8(2), 2221–2230.

Sriwijaya, R. A., Azizah, M., & Aprilyani, I. P. (2022). Gambaran pelayanan kefarmasian dan waktu tunggu serta mengukur tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Sumpah Pemuda dan Apotek Taka. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 7(1), 7–16. https://doi.org/10.61685/jibf.v7i1.82

Ummah, N. F., & Siyamto, Y. (2022). Efisiensi dan efektivitas dengan menggunakan metode FIFO dan FEFO pada obat generik tahun 2020–2021. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 1(1), 39–50. https://doi.org/10.53088/jikab.v1i1.15

World Health Organization. (1999). Guide to good storage practices for pharmaceuticals (Annex 9, WHO Technical Report Series No. 908). World Health Organization.

World Health Organization. (2019). Good pharmacy practice (GPP): Consultation document. WHO Drug Information, 33(2), 194–225.

World Health Organization. (2023). Good storage and distribution practices for medical products (Annex 7, WHO Technical Report Series No. 1025). World Health Organization. https://www.who.int/publications/m/item/trs-1025-annex-7

Zulkarnain, I. (2014). Stabilitas kimia dan usia simpan sirup parasetamol pada berbagai suhu penyimpanan. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 6(1), 17–24.

foto

Diterbitkan

2026-07-19

Cara Mengutip

Evaluation Compliance Storage of Drugs Against Standard Service Pharmacy in Pharmacy In Palembang City. (2026). JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 4(1), 59-67. https://doi.org/10.52120/jlik.v4i1.108