Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Infusa Herbal Temulawak, Jeruk Nipis dan Madu Sebagai Minuman Antioksidan pada Masyarakat RT 01 Tobekgodang

Penulis

  • Amelia Soyata Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis
  • Putri Sartika Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis
  • Yovi Pranata Universitas Kader Bangsa, Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Antioksidan, Infusa Herbal, Jeruk Nipis, Madu, Temulawak

Abstrak

Di era modern ini, meningkatnya paparan polusi, stres, dan gaya hidup tidak sehat turut meningkatkan kebutuhan masyarakat akan konsumsi bahan alami yang kaya akan senyawa antioksidan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan dapat bersumber dari bahan alami seperti temulawak, jeruk nipis, dan madu yang dapat dibuat menjadi sediaan infusa herbal untuk memudahkan penggunaannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat RT 01 Tobekgodang terkait sediaan infusa herbal yang mengandung bahan antioksidan alami dan cara pembuatan infusa herbal. Kegiatan dilaksanakan dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest terhadap 14 peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah/penyuluhan edukatif dan demonstratif mengenai pembuatan infusa herbal. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 soal yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) penyuluhan. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan rata-rata persentase jawaban benar. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata persentase pengetahuan meningkat dari 70% pada pre-test menjadi 90,7% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 20,7%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan demonstrasi pembuatan infusa herbal efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

A. J. Fahay, S. Rijal, An. S. F. Arsal, I. L. D. Kanang, and F. Dwimartyono, “Pengaruh Pemberian Madu dari Lebah (Apis Mellifera) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli,” Fakumi Med. J. J. Mhs. Kedokt., vol. 2, no. 10, pp. 687–693, 2022.

E. P. Setyowati, E. Prasetyowati, and N. Nurhayati, “Kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.),” J. Kim. dan Kemasan, vol. 42, no. 1, pp. 35–42, 2020.

I. G. Rheza, W. Bhadreswara, N. Made, and P. Susanti, “Potensi Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antioksidan untuk Menangkal Radikal Bebas,” vol. 2, pp. 620–630, 2023.

J. Kundu, D. H. Kim, J. K. Kundu, and K. S. Chun, “Xanthorrhizol: A potential therapeutic agent in prevention of inflammation, cancer, and metabolic disorders,” Phyther. Res., vol. 30, no. 5, pp. 643–652, 2016.

M. Nugraheni, F. D. Astuti, and E. S. Wibowo, “Uji aktivitas antioksidan ekstrak jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dengan metode DPPH,” J. Farm. Indones., vol. 5, no. 2, pp. 91–98, 2020.

N. Febrina, R. Aryani, and G. Anindyajati, “Aktivitas antioksidan ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) menggunakan metode DPPH,” J. Fitofarmaka Indones., vol. 8, no. 1, pp. 23–29, 2021.

N. Gheldof and N. J. Engeseth, “Antioxidant capacity of honeys from various floral sources based on the determination of oxygen radical absorbance capacity and inhibition of in vitro lipoprotein oxidation in human plasma,” J. Agric. Food Chem., vol. 50, no. 10, pp. 3050–3055, 2002.

N. Yuliarti, D. Hartanti, and D. Wijayanti, “Kandungan Antioksidan Vitamin C dalam Buah Jeruk Nipis dan Potensinya dalam Mencegah Kerusakan Sel,” J. Biol. Mol., vol. 7, no. 1, pp. 25–31, 2019.

P. Wahyu, D. H. Nurrohmah, M. A. Farihin, and A. Wahida, “Peningkatan Literasi Penggunaan Obat melalui Edukasi Pengenalan Logo Obat bagi Siswa SMP Muhammadiyah 04 Pangkatrejo,” Nusant. J. Pengabdi. Kpd. Masy., vol. 5, no. 4, pp. 549–567, 2025.

R. Prasetyorini, I. Ismail, and S. Widyastuti, “Antioxidant activity of curcumin from Curcuma xanthorrhiza Roxb.,” in Journal of Physics: Conference Series, 2019, p. 12055.

S. Notoadmojo, Ilmu Kesehatan Masyarakat. Pendidikan dan Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.

S. Widyastuti, I. Ismail, and R. Prasetyorini, “Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan metode DPPH,” J. Fitofarmaka Indones., vol. 5, no. 2, pp. 228–233, 2018.

Syafitri, “Pengaruh Pemberian Curcuma xanthoriza Roxb Terhadap Perbaikan Kerusakan,” J. Ilmu Kedokt. Dan Kesehat., vol. 6, no. 3, pp. 236–241, 2019.

V. Lobo, A. Patil, A. Phatak, and N. Chandra, “Free radicals, antioxidants and functional foods: Impact on human health,” Pharmacogn. Rev., vol. 4, no. 8, pp. 118–126, 2010.

foto

Diterbitkan

2025-12-28

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Edukasi dan Demonstrasi Pembuatan Infusa Herbal Temulawak, Jeruk Nipis dan Madu Sebagai Minuman Antioksidan pada Masyarakat RT 01 Tobekgodang. (2025). JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT, 2(3), 43-48. https://ojs.q2lii.id/index.php/JLIPM/article/view/170