Penatalaksanaan Perawatan Luka Pada Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Melitus Dengan Ulkus Diabetikum
Kata Kunci:
Diabetes Melitus, Ulkus Diabetikum, Asuhan Keperawatan, Perawatan LukaAbstrak
Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan karena kurangnya produksi insulin oleh pankreas atau tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkkan oleh pankreas secara efektif (Maryunani, 2013). Adapun tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Penatalaksanaan Perawatan Luka pada Asuhan Keperawatan pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum. Metode penelitian ini adalah jenis karya tulis ilmiah menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Asuhan keperawatan pada dua pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum. Asuhan Keperawatan Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum ini dilaksanakan pada tanggal 24-28 agustus 2020. Pelaksanaan Perawatan Luka dengan menggunakan cairan NaCl selama 3 hari dengan waktu pagi dan sore hari. Berdasarkan kesimpulan, catatan perkembangan kepada kedua pasien penatalaksanaan perawatan luka pada pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Diabetikum, hasil evaluasi keperawatan Tn. “T” dan Ny. “M” masalah nyeri teratasi. Sedangkan masalah kerusakan integritas jaringan pada Tn. “T” dan Ny. “M” masalah teratasi sebagian.
Unduhan
Referensi
Afiyanti. Y (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif Dalam Riset Keperawatan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Angale,S.V(2013). ChronicLegUlcers: Epidemiologi, Aetiopathogenesis and Management. Ulcers, pp 1-9
Aini & Aridiana (2016). Sistem Endokrin. Jakarta: Salemba Medika Black. J. M (2014). Nursing Science.
http://samoke2012.wordpress.com/2018/09/01/asuhan-keperawatan- pasien-dengan-diabetes-melitus/. (tanggal 25 januari 2020 jam 14.10)
Budiono, Pertami.B.S (2015). Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta: Bumi Medika Candery Nazmy (2013). Informasi Dokumen Keperawatan 5 Tanda-tanda dan Gejala Infeksi pada Luka.https://id.scribrd.com. (tanggal 28 februari 2020 jam 14.50)
Chuan, F., Tang, K., Jiang, P., Zhou, B., He, X (2015).Reliablity and of the validity of the perfusion, Extent, (PEDIS) Classifation system and score inpatientswith Diabetic Foot Ulcer. Plos ONE 10(4); e012 4739.Doi ;10.1371/. www.proquest.com.(tanggal 23 januari 2020 jam 10.30)
Delimarfidasari(2013).Konsep DasarPerawatan Luka. http://delimarfidasari.wordpress.com/2013/10/25/konsep-dasar-perawatan luka.(tanggal26 januari 2020 jam 16.20)
Dermawan, D & Rahayuningsih, T. 2010. Keperawatan Medikal Bedah (Sistem Pencernaan), Bumi Medika, Jakarta.
Dinkes Kota Palembang (2017). Profil Kesehatan Kota Palembang.http://www.dinkes.go.id/dokumen.pdf.html. (tanggal 18 januari 2020 jam 15.30)
Ernawati.(2013).PenatalaksanaanKeperawatan Diabetes Melitus. Jakarta: Mitra Wacana Media
Fernando. M. E., C rowther, R. G., Pappas, E., Lazzarini, P. A., Cunningham, M.,et al (2014)Plantar pressure in Diabetic Pellpheral Neuropaty patientswith active Foot Ulceration, Previous Ulceration and No History ofulceration : A Meta-Analysis of observational studies, Plos ONE 9(6):e99050. doi: 10. 1271/journal.pone. 0099050. (tanggal23 januari 2020 jam 10.30)
Fitria (2016) Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan Gangguan Sistem Endokrin “DIABETES MELITUS” diruang Rawat Inap Flamboyan Rumah Sakit Pusri. Palembang
Fw Wagner (2017). Diabetic Foot Ulcers. https://id./pinterest.com/pin/487444359648632322/. (tanggal 28 februari 2020 jam 15.10).
Grispun (2013). Assesment and Management of Foot Ulcers for people with Diabetes. Ontario Canada: Registered Nurses’Association of Ontario
Hasdianah (2012).Mengenal Diabetes Melitus pada orang Dewasa Dan Anak- anak Dengan Solusi Herbal, Medical Book. Yogyakarta
Hastuti (2008) dalamBahriYunus (2014) faktorfaktor yang mempengaruhi lama penyembuhanlukapadapasien Ulkus Diabetikum di Rumah Perawatan ETN Centre Makasar
Hutahean (2010).Konsep dan Dokumentasi Proses Keperawatan. Jakarta : Trans Info Medika
International Diabetes Federation (2014).idf Diabetes Atlas 2014 Update. Diabetes Atlas, Six Edition. http://doi.org/10.1016/j.diabres.2009.10.007. (tanggal 22 januari 2020 jam13.10)
IDF(2017).Online Version Of Diabetes AtlasEight Editionhttp://diabetesasia.org/content/diabetes/IDF. guidelines pdf. (tanggal 20 januari jam 15.05)
IWGDF (2011). Guidelines On The Prevention and Management of Daibetic Foot Disease. www.iwgdfguidelines.org. (tanggal 5 februari 2020 jam 12.30)
Jain, A. K. C (2012). A New Classification Of Diabetic Foot Complications; A Simple and Effective Teaching Tool. The Journal of Diabetic Foot Complications, volume 4, issue 1, No 1, pages 1-5.
Kemenkes RI (2014). 6 Langkah Cuci Tangan.https://www.Kemmenkes.go.id. (tanggal 3 Februari 2020 jam 21.50)
Lipsky et al (2012). Infectious Diseases Sosiety of America Clinical Practice Guideline for the diagnosis and treatment of diabetic foot infections http://cid.oxfordjournals.org/.(tanggal 1 april 2020 jam 09.10)
Maryunani A (2013). Perawatan LukaModern (Modern Woundcare) Terkini dan Terlengkap in.Media. Jakarta
Maryunani A (2015). Perawatan Luka LukaModern (Modern Woundcare) Jakarta:IN. MEDIA.
Mustika (2019) dalamPenelitian Penatalaksanaan Pemberian Insulin pada pasien Diabetes Melitus Type II di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Medical Record (2020). Hasil data pasien dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari
Nanda (2015).Diagnosa Nanda (NIC&NOC) Disertai dengan Discharge Planning. Jogyakarta: Mediaction
Nursalam (2011).ManagemenKeperawatan 3. Yogyakarta: Salemba Medika Padila (2012). Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: NuhaMedika
Perkeni (2011). Pengaruh Senam Kaki Terhadap Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. http://ojs.unud.ac.id-article-download- ankle-brachial-index-19908-1-38302-1-10-20160412.pdf. (tanggal 1 februari 2020 jam 10.40)
RISKESDAS(2013).Riset Kesehatan Dasar (Online).www.litbang.depkes.go.id. (tanggal20 januari 2020 jam 14.20)
Rustono, R. dan W. Winarto(2017).Pengetahuan dan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Sebagai Pencegahan Ulkus Diabetikum. URECOL
Saryono(2013).MetodologiPenelitianKuanitatifdanKuantitatifdalambidangKeseh atan.NuhaMedika: Yogyakarta
Sherwood (2010). Human Physiologi: From Cells to System. Ed Canada: Yolanda Cossio.
Tambayong (2012). Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC
Tarwoto, Wartonah, Taufiq.I., Mulyati.L (2016). Keperawatan Medikal Bedah: Gangguan Sistem Endokrin. Jakarta: Trans Info Media
Wijaya, A.S dan Putri, Y.M (2013). Keperawatan Medikal Bedah 2, Keperawatan Dewasa Teori dan askep. Yogyakarta: Nuha Medika





