Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum

Penulis

  • Lela Handayani Penulis
  • Ferly Oktriyedi Penulis

Kata Kunci:

gangguan ovum, blighted ovum, ibu hamil

Abstrak

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi berhasil terimplantasi di dalam rahim dan berkembang menjadi janin yang sehat. Namun, dalam beberapa kondisi, kehamilan dapat mengalami gangguan yang menyebabkan kegagalan perkembangan janin. Salah satu bentuk kehamilan patologis yang sering terjadi adalah blighted ovum atau kehamilan anembrionik. Penelitian ini menunjukkan bahwa blighted ovum paling banyak terjadi pada ibu hamil berusia 20-35 tahun (80,52%), dengan usia kehamilan 1-12 minggu (94,81%), serta lebih sering dialami oleh ibu nulipara (42,85%) dan ibu dengan riwayat penyakit berisiko tinggi (68,83%). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor usia, paritas, dan kondisi kesehatan ibu berperan dalam kejadian blighted ovum. Oleh karena itu, pemeriksaan kehamilan yang lebih intensif pada kelompok berisiko tinggi diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah komplikasi sejak dini.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2020). Practice Bulletin No. 200: Early Pregnancy Loss. Washington, DC: ACOG.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). (2021). Early Pregnancy Loss: Management and Prevention. American College of Obstetricians and Gynecologists.

Ananda, P. F. K. (2020). "Penanganan Blighted Ovum dengan Kuretase: Studi Retrospektif di Rumah Sakit Rujukan." Jurnal Obstetri Indonesia, 14(1), 45-52.

Baghbani, R., et al. (2019). "Chromosomal Abnormalities and Pregnancy Loss: A Systematic Review." Journal of Reproductive Medicine.

Baghbani, S., et al. (2019). "Chromosomal Abnormalities and Early Pregnancy Loss: A Review." Journal of Reproductive Medicine, 64(3), 145-153.

Cunningham, F. G., et al. (2018). Williams Obstetrics (25th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Evans, J., & Frank, D. (2019). "Genetic Factors in Early Pregnancy Loss." Obstetrics & Gynecology Journal.

Evans, M. I., & Frank, P. (2015). "First Trimester Pregnancy Loss and Blighted Ovum: An Update on Etiology and Management." Obstetrics & Gynecology Reports, 21(2), 112-118.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2021). Laporan Epidemiologi Kehamilan Risiko Tinggi di Indonesia Tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lockwood, C. J., & Magriples, U. (2021). "Pregnancy Loss and Implantation Failure: Clinical Implications." New England Journal of Medicine, 385(6), 128-135.

Norwitz, E. R., & Schust, D. J. (2022). "Recurrent Pregnancy Loss and Blighted Ovum: Pathophysiology and Risk Management." American Journal of Obstetrics & Gynecology, 226(1), 23-31.

Saifuddin, A. B. (2020). Buku Panduan Praktis Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

World Health Organization (WHO). (2022). Pregnancy Loss and Chromosomal Abnormalities: Global Perspectives. World Health Organization.

World Health Organization (WHO). (2023). Global Report on Pregnancy Loss and Risk Factors. Geneva: WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2025-02-13

Terbitan

Bagian

Artikel

Cara Mengutip

Karakteristik Ibu Hamil yang Mengalami Blighted Ovum. (2025). JURNAL LANTERA ILMIAH KEPERAWATAN, 2(2), 27-32. https://ojs.q2lii.id/index.php/J-Liper/article/view/72